Hokki Bear di Ramaikan Anak-Anak dan Dewasa, Diduga Kuat Terindikasi Mengarah ke Perjudian

BATAM. Asiatimes.id – Sejak menurunnya grafik pandemi virus Covid-19 yang dialami Indonesia, diketahui lebih kurang dua tahun lamanya roda ekonomi jatuh hampir ketitik nadir.

Dengan berbagai upaya pemerintah menerbitkan segala kebijakan untuk menyelamatkan bangsa ini dengan mengharuskan suntik Vaksin pertama, kedua hingga ke Vaksin booster. Namun upaya pemerintah dengan segala jerih payah pada endingnya bisa dikatakan berhasil dengan tiga perempat rakyat Indonesia melakukan vaksin tersebut.

Alhasil Virus mematikan tersebut bisa dicegah sehingga dinamika roda perekonomian Indonesia pada umumnya, kota Batam khususnya mulai geliat kembali.

Di Batam, sejak dibukanya kembali semua pelabuhan internasional, kran segala jenis usaha mulai dari Pariwisata, perhotelan, industri dan hiburan mulai bangkit kembali.

Disatu sisi, hiburan atau entertainmen misalnya berkembang pesat ibarat cendawan yang tumbuh di musim hujan.

Sebagai contoh GameZone atau gelanggang permainan yang kini lagi marak beroperasi.

pertanyaannya, memiliki izinkah usaha tersebut?, bayar pajakkah?. Hebatnya lagi usaha tersebut disulap menjadi satu ajang yang berbau judi.

Maraknya usaha Gamezone di Kota Batam tidak terlepas dari kegandrungan para pemain ketangkasan yang terindikasi judi.

Sehingga tidak mengherankan jika tempat-tempat hiburan yang di lengkapi fasilitas dan mesin-mesin permainan tidak akan sepi oleh pengunjung.

Dan bahkan fenomena semacam ini dianggap oleh pengusaha peluang untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya selagi ada kesempatan.

Seperti halnya yang terjadi di lokasi TIME ZONE di lantai 3 BSC MALL Baloi Kota Batam, berdasarkan penelusuran ternyata di lokasi tersebut permainan untuk anak-anak telah di sulap menjadi permainan jackpot yaitu Time Zone “HOKKI BEAR”.

Dilokasi tersebut keberadaan mesin-mesin yang di Tengarai mesin judi,
Seperti mesin jenis Shooting fish dan mesin Doraemon diletakkan di posisi belakang dan tersembunyi dari pandangan umum.

Mesin-mesin tersebut di susun rapi dengan mesin-mesin jenis lainnya yang ada di “HOKKI BEAR“.

Menurut nara sumber yang enggan menyebut jati dirinya menyampaikan kepada kru media ini bahwa usaha yang melanggar hukum tersebut sudah cukup lama, namun instansi terkait terkesan tutup mata.

awak media,, meminta informasi dari sumber yang bermain di sana bersama keluarganya dan mengatakan, “saya juga heran mas, dulu Time Zone tidak begini sekarang yang bermain ibu-ibu dan bapak”,ungkapnya.

Ketika ,menanyakan kepada security yang berjaga di lokasi siapa pemilik “HOKKI BEAR“, pihak keamanan tersebut berkeberatan memberitahukan.

Hingga berita ini tayng, pihak yang bertanggung jawab di “HOKKI BEAR” belum bisa dihubungi untuk di mintakan konfirmasinya, Bersambung….

Reporter :
(Darman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *